Bismillahirrohmaanirrohiim...
Saudara/iku, aku ingin menasehatimu dan menasehati diriku sendiri. Bukan karna engkau siapa dan aku siapa. Hanya karna engkau dan aku bersaudara dalam iman, kita mengimani Tuhan yang sama Allah SWT, mengimani Utusan Allah yang sama Muhammad SAW dan memeluk agama yang sama, Islam yang adalah rahmat sekalian alam.
Setiap manusia pasti pernah/akan mengalami saat-saat ujian tersulit di dalam hidupnya, tak terkecuali dengan kita. Tak ada satu manusia pun yang sempurna, bahkan Rosulullah SAW pun pernah bermuka masam dan kemudian ditegur Allah SWT di surat 'Abasa, Nabi Yunus As pernah berpaling dari umatnya dan Allah Menghukumnya dengan ditelannya beliau di dalam perut ikan, terhimpit di dalam kegelapan hingga beliau bertaubat, mengakui bahwa beliau termasuk orang-orang yang dzalim hingga Allah Mengampuninya.
Semua orang pasti pernah melakukan salah dan dosa kemudian ditegur Allah melalui ujian, tak terkecuali dengan kita. Teguran berupa ujian tersebut adalah bukti cinta Allah kepada hamba-Nya, semoga termasuk juga kita. Maka sudah seharusnya setiap manusia yang beriman tidak terlarut dalam kesedihan ketika diuji, tapi segera bercermin melihat dosa dan kesalahan-kesalahannya di masa lalu, termasuk juga kita. Maka sudah seharusnya bagi setiap manusia yang beriman yang ditimpa ujian meyadari, bahwa tidak ada solusi lain dari ujian selain kembali kepada-Nya dengan taubat nasuha, menjalankan syari'at-Nya dengan benar, mengikuti kesalahan dengan kebaikan, termasuk juga kita.
Jangan merasa aman dari azab-Nya dan waspadai pintu syaitan
Barangsiapa yang bersungguh-sungguh mencari ridho Tuhannya, Allah akan menunjukkan jalan-Nya, melapangkan hati dan akalnya untuk menerima cahaya-Nya dan membuatnya paham akan agama, semoga termasuk juga kita. Hati dan pikiran orang yang beriman lapang dan bersih untuk menerima nasihat dan petunjuk, semoga termasuk juga kita. Mereka menyadari bahwa argumen di hadapan manusia itu tidak perlu, karna mereka meyakini sifat Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Halus -atas setiap kesalahan dan dosa-dosa manusia, Allah yang lebih tahu- semoga begitu juga dengan kita.
Maka jangan pernah merasa aman dari azab-Nya, bacalah Al Quran jika ingin mengingat betapa dahsyat murka-Nya. Kenali diri kita sebagai manusia, sadari posisi kita sebagai hamba, pahami tentang jiwa manusia, ruh, hawa nafsu, kenali sifat dunia dan berbagai fatamorgana yang bisa menjebak dan menipu. Bertanyalah pada diri, untuk apa aku hidup? Apa yang aku cari dalam hidup? Siapa yang aku ikuti petunjuknya dan siapa yang aku jadikan panutan dalam hidup? Bercerminlah pada diri, amal apa yang sudah aku lakukan untuk hidup sesudah mati? Bukankah hal yang paling dekat dengan kita adalah kematian?
Saudara/iku, sadari bahwa syaitan adalah sejahat-jahat makhluk, musuh yang nyata bagi manusia. Kita tak bisa melihat mereka, tapi mereka bisa melihat kita. Mereka mengalir di setiap aliran darah anak Adam As, termasuk aliran darah kita. Syaitan, akan melakukan berbagai macam cara untuk memalingkan manusia dari Tuhannya, termasuk juga kita. Jika sudah berpaling, maka syaitan akan melepaskan dirinya dari manusia, karna sesungguhnya ia pun takut kepada Tuhannya! Relakah kita? Syaitan sudah bersumpah akan menggoda manusia hingga hari kiamat, ia bersembunyi di dalam hati, ia mengintai setiap manusia. Godaannya semakin gencar dan kuat terhadap orang-orang yang imannya kuat, apakah juga mungkin termasuk kita?
Katakanlah "Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk"
Di dalam jiwa manusia terdapat ayat-ayat Allah, "maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya." Q.S Asy Syams: 8 begitu juga dengan kita. Fujur dan takwa itu akan terus bersaing, tergantung keputusan tiap manusia akan mengikuti dan memperturutkan yang mana.
Maka, meski dunia ini penuh dengan kepalsuan dan hal-hal yang samar pandangan orang-orang yang beriman itu jernih, hatinya bersih karna mengikuti ilham ketakwaannya. Yaitu takwa ibarat burung yang memiliki dua sayap yang mutlak harus ia miliki agar mampu terbang: menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Semoga begitu juga dengan kita.
Maka, meski
dunia ini penuh dengan kepalsuan dan hal-hal yang samar pandangan
orang-orang yang beriman itu jernih, hatinya bersih karna mengikuti
ilham ketakwaannya. Yaitu bertakwa kepada Allah dengan panduan yang jelas, yaitu surat cinta dari Tuhannya, Al Quran yang menjadi petunjuk, imam, pembeda antara yang haq dan yang batil, penawar bagi penyakit hati, jiwa dan raga. InsyaAllah begitu juga dengan kita.
Maka, meski
dunia ini penuh dengan kepalsuan dan hal-hal yang samar pandangan
orang-orang yang beriman itu jernih, hatinya bersih karna mengikuti
ilham ketakwaannya. Apa yang ada di dalam kehidupan mereka sesungguhnya hanya ada dua pilihan: fujur atau takwa, neraka atau surga, berpihak pada hizbusy syaitan atau hizbullah, memperturutkan hawa nafsu atau mengejar ridho Allah. Semoga begitu juga dengan kita.
Maka, meski
dunia ini penuh dengan kepalsuan dan hal-hal yang samar pandangan
orang-orang yang beriman itu jernih, hatinya bersih karna mengikuti
ilham ketakwaannya. Tidak ada keraguan di dalam hati mereka sedikitpun akan kebenaran, karna keraguan hanya milik orang munafik. Dan mereka tidak pernah berputus asa dari rahmat-Nya, karna yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah kaum kafir. Semoga begitu juga dengan kita.
Ikhlaskan dan luruskan kembali niat, melangkahlah dengan yakin dan fokus
Saudara/iku, aku ingin
menasehatimu dan menasehati diriku sendiri. Bukan karna engkau siapa dan
aku siapa. Hanya karna engkau dan aku bersaudara dalam iman, kita
mengimani Tuhan dan Utusan Allah yang sama, memeluk agama yang sama. Ingatlah lima hal sebelum lima hal lainnya di dalam hidup kita, sesungguhnya kita pasti akan mengalaminya. Sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit dan hidup sebelum mati.
Saudara/iku, aku tidak ingin kita semua termasuk orang-orang yang merugi, maka mari menggapai pengecualiannya: beriman kepada Allah dengan iman yang benar, mengerjakan amal saleh, saling menasehati supaya
mentaati kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran. Raih ketenangan jiwa kita dalam kesendirian, temukan bahwa Allah adalah dekat, sadari saat kita memutuskan sesuatu apakah hati nurani yang bicara atau bisikan syaitan yang menguasai. Waspadai pintu-pintu syaitan: berlebihan dalam makan, berlebihan dalam bicara, berlebihan dalam memandang dan berlebihan dalam bergaul.
Saudara/iku, setiap ujian adalah saat yang baik bagi kita untuk berkontemplasi, bercermin memperbaiki diri. Akui kesalahan dan dosa-dosa kita di masa lalu, mari penuhi syarat-syarat taubat nasuha. Ingatkan selalu hati kita dari tidur pulasnya, ingatkan bahwa segala sesuatu dalam hidup kita sejatinya adalah ibadah, dan ibadah hanya akan diterima jika (1) Diniatkan ikhlas karna Allah (2) Dijalankan dengan cara yang sesuai dengan syariat Allah dan Rosul-Nya. Maka ikhlaskan kembali setiap niat-niat kita dan mari belajar takwa.
Di saat-saat tersulit, orang-orang beriman akan mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah, menisbikan ketergantungannya kepada makhluk. Mereka merumuskan dan memantapkan kembali visi hidupnya, lalu melangkah kembali dengan yakin dan fokus. Semoga begitu juga dengan kita.
Mereka yakin akan pertolongan dan janji-Nya, bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Menerima taubat, bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. Mereka yakin akan pertolongan dan janji-Nya, bahwa jiwa dan harta mereka akan dibeli-Nya dengan surga, insyaAllah! Semoga begitu juga dengan kita.